Jangan Jadi Orang Miskin

kamu ganteng tok ga cukup
kalau kaya mending
tapi kalo kamu goblok, ga berharga samasekali

hari ini tepat aku semester 10, udah kesusul sama adek kelasku, udah keluar dari jalur rencanaku, ga tau gimana jadinya impianku, ga tau lagi masadepanku. udah ga bisa bayangin, udah merasa jadi orang madesu. tapi tetep harus optimis, hidup ga cuma kuliah, kerja ga cuma di kantor, dapet duit ga harus jadi pegawai PNS atau swasta. tapi buat apa aku lakuin ini semua, berasa sia-sia. hidup ga bermakna, cuma bisa jadi aib. gimana kalau suatu saat nanti aku harus ketemu mertua ku? apa yang harus aku bilang ke mereka tentang siapa aku? lagian siapa aku? anak orang kaya/konglomerat? pinter? minimal, ganteng? satu dari tiga penilaian dasar aja ga ada yang masuk. di luar sana yang memenuhi tiga syarat itu udah banyak. mau cari orang yang kaya, pinter, ganteng, ada. atau dua dari syarat itu juga lebih banyak. apalagi salah satu dari tiga syarat itu, makin buanyak. lha ini satu aja ga punya, mau jadi apa? ini bukan orang, kalau kata orang. nilaimu ga lebih mahal atau bahkan sama dibanding hewan peliharaan. coba bayangin aja, ada ayam tentangga hilang, bakal dicariin pasti. atau kalau ada orang yang pelihara tikus, trus tikusnya hilang, bakal di cariin, bahkan sampai dikasih imbalan. la kalau manusia?? ga ada harganya shob!! makannya semiskin-miskinnya orang tu bukan karen materiilnya, tapi lebih ke dirinya, siapa dia. makannya diri kita itu ada harganya, makannya ada istilah harga diri. kalau harga diri mu ga lebih mahal dari binatang piaraan, masi mau bilang kalau kamu orang?!!.

tapi lain ceritanya kalau kamu lihat dari sudut pandang yang berbeda. minimal buat pelipur lara, padahal ini bukan pelipur lara, tapi memang seharusnya. darimana lagi sudut pandang yang meringankan hati kalau bukan dari sudut pandang agama, sudut pandang iman. banyak orang bilang sudut pandang agama itu cuma buat pelarianmu aja. kata-kata "agama" itu cuma kamu jadiin tameng kelemahanmu, atau menjadi ailibi kesalahanmu, atau kuda hitam dalam kehidupan mu. bener!! itu bener, walau salah. gimana maksudnya? gini, memang bener agama itu cuma jadi tempat pelarian, cuma jadi tameng, atau kuda hitam, bener itu. berarti kamu masi sadar, itu memang yang seharusnya dilakuin bagi seoran yang punya agama, tapi salah karena seharusnya kamu melakukannya sejak awal karena agamamu alias keimananmu. makannya kamu itu benar karena sudah kembali dari kesalahanmu.

sori, aku agak kesusahan dalam menjelaskan itu, engga rumit sih, cuma masalah bahasa aja. emang aku tu lemah dalam hal tata bahasa.

Komentar