NAFSU TERCABIK
Bismillah, assalamualaikum wr wb
Curhat ni ciyn..
Beberapa waktu terahir ni banyak yang bilang aku berubah, berubah secara sikap dan berubah secara fisik kenapa ya? Aku juga ga kerasa perubahan apa yang merubah diriku? Apakah kita bisa sadar kalau kita itu sedang berubah? Berubah menjadi orang yang cuek, orang yang menyenangkan, orang yang bahkan menjijikan bagi yang lain. OMG!!! Bara apakah kamu tau sekarang kamu bergaul dengan orang2 yang baru, dengan lingkungan yang baru, kemasan baru, pola pikir baru.. Semakin tambah umurmu semakin tambah pula pengalaman dan ilmu tang kau dapat. Dari ilmu dan pengalaman yang baru itu kau meliahat dunia baru, prespektif baru, pola baru, strategi baru, bahkan tujuan baru.. Segala yang baru mengubah bahkan menghentikan dan membuang yang lama, yang kama akan disingkirkan bahkan dibuang sedangkan kau asyik dengan yang baru dan kau pasti lupa dengan yang lama. Adapun tang lama mereka telah merasa sudah menemukanmu akan tetapi tidak. Dia berfikir apakah betul ini bara yang asli? Dan inikah makhluk yang bernama bara?
Sesungguhnya manusia diciptakan dari dua hal utama, hati dan otak. Fungsi dari hati dan otak adalah menyelaraskan ilmu dan pengalam yang kau dapat. Didalam hati kau punya nafsu, diotakmu kau punya cara untuk mewujudkan segalanya. Kalau digabungkan keduanya terwujudlah sesuatu, sesuatu tersebut bisa berupa benda atau prilaku. Misalnya, kamu pingin (hasrat) terkenal dan hebat sebagai seorang pemain basket maka kamu (berfikir) melatih dirimu supaya lebih jago driblenya, taktiknya, tambah staminanya, tambah teman/link, semua kamu upayakan, maka jadilah atlet basket. Misalkan hari ini belum ada motor, lalu kamu pingin ke jakarta besok dan besok juga harus sudah disana, padahal kamu sekarang ada di jogja, maka kamu berfikir bagaimana caranya kamu pergi kesana dengan cepat, efektiv dan efisien, maka kamu buat kereta, kereta yang kamu kaitkan dengan kuda, semakin hari semakin inovativ maka kamu buat kereta seperti sinkanzen (kereta tercepata di jepang) maka jadilah sesuatu buah dari hasrat dan fikiran.
Tapi, semua itu memiliki nilai negatif. Karena nafsu pada dasarnya mengajak kita kepada keburukan. Keburukan yang menurut kita baik, baik menurut nafsu adalah yang membuat nafsu senang, senangnya nafsu adalah buruk. Ga percaya? Mari kita buktikan. Kamu punya hasrat untuk menjadi atlet supaya terkenal dan disegani banyak orang, berarti kamu mau menyombongkan sesuatu. Sombong itu baik ngga? Pasti ada yang jawab "ya tergantung.." Ok, mari kita selaraskan dulu definisi sombong.
Sombong yang kita fahami selama ini adalah memamerkan seauatu kepada orang lain, udah gitu aja. Iya ga? Sepakat ya?! Salah.. Itu masih ambigu karena ga ada masalah secara etika, ya ga sih? Cuma memamerkan sesuatu mah ga masalah.. sebenarnya yang menjadi masalah setelah memamerkan sesuatu itu adalah orang lain yang ngeliat merasa iri dan dengki dan akhirnya orang yang dipameri tersebut menggerutu dan berbuat hal2 yang membuatnya puas, makanya konotasinya jadi negativ. Nah, jadi bahasa simpelnya sombong itu memamerkan sesuatu kepada orang lain sehingga memunculkan rasa iri dan dengki. Sebenernya ni masih ambigu sih, definisi sombong yang paling aku suka adalah الكبر بطر الحقّ وغمط الناس nah ni yang paling masuk. Maaf ya aku ga bisa artiin, takut salah faham hehe, tanya pak ustaz sono..
Terus masih belum terima kalau nafsu itu mengajak kepada keburukan? Oke kita lanjut yah.. Tadi sombong karena pamer jadi atlet basket, sekarang yang satunya yang buat kereta ituu. Apakah itu buruk? Yup, ada nilai buruknya? Banyak.. Cari aja, lu lebih jago dari gua pasti. Haha, agak maksa sih, karena menurut kita tu manfaatnya banyak yakan!! Lebih banyak dan keliatan dari keburukannya. Bahkan hampir ga ada keburukannya, tergantung gimana kita pakenya. Nah, ni mulai kepancing.. Yes!! Kalau tu kereta diem aja ga merugikan? Adalah, paling rugi modal doang.. Kalo dipake baru bisa dinilai rugi engganya. Oww, sori yang kita nilai di sini bukan untung rugi yang itu, tapi dalam hal positiv atau negativnya.
Tadi gua bilang udah mulai kepancing ya.. Dengan kata2 "tergantung kita makenya" nah kereta punya nafsu? Engga kan.. yang punya nafsu tu yang didalam kereta, entah masinisnya, penumpangnya, atau engineering nya, atau ownernya, nah kan mulai kebuka.. Itu yang gua maksud. Makanya dikatakan إنّ النفس لأمارة بالسوؤ إلامن رحم ربّ tu yang gua maksud. Hahaha, jlimet ya..
Berdasarkan rumusan masalah diawal dengan landasan teori diataa maka kira2 jawabnnya apanya? Atay aslinya lu punya sudut pandang lain?
Aebenrnya jujur gua lagi kangen ama yang namanya Ardanareswari siapapun lu, plis jangan bilang sama dia kalo gua baru kangen sama dia yah!
Wkwkwk, die sohib gue, bukan siapa2, cuma temen main aja akhir2 ni. Eh, lu baca sampe sini?! Wkwkwk, kasian lu tadi di awal dah mikir keras trus tetiba akhirnya gini, nyeselkan?? Plis komen dibawah ni tanggapan lu yah!
Bye see u nex time
Komentar
Posting Komentar