Sepi amat

Hampur lupa rasanya dikelilingi teman, hampir lupa rasany menjadi mahasiswa, hampirlupa rasanya bagaimana sejuknya hati ini.
Umurku sudah tak semuda dulu, tuntutanku tak seringan dulu, lingkunganku tak sam seperti dulu.
Waktu yang merubah itu semua. Waktu ku telah kuhabiskan untuk bersendaw gurau, telalu banyak memikirkan teman, skill pun aku tak punya, kuliah pun aku tak pandai, hartapun tak sekaya kamu, nila diriku tak lebih pantas dari seekor binatang ternak.
Namun aku tau, manusia diciptakan dengan otak dan hati. Maka terlalu dini untukku berhenti, selama darhku mengalir dalam jasadku, maka tak henti aku teeua berusaha dan menampar diriku sendiri. Walau itu sakit saat melihat teman2ku sudah jauh disana, saat orangtuaku pesimis danganku, saat diriku sendiri tak percaya dengan apa yang aku miliki. Lengkap betul penderitaanku ini.
Namun, nasehat bapakku mengatakan bahwa, tiada satu mahlukpun di duania ini yang tak meiliki rizki. Kamu masi hidup, maka riskimu masih. Tegar dan cari lah. Kuat dan sabarlah, pikir dan rasakanlah. Dunia diciptakan hina, dan akan mulia saat kita bisa melupakannya. Malsudnya adalah, kau memang butuh dunia namun tujuanmu adalah diujung. Hentikan semua ocehanmu, lakukan sebisamu, percaya, yakin dan berusahalah. Awalilah semua nya dengan doa yang tulus nan sepenuh hati. Ingat!! Sekuat, sepintar, sekaya, se se se se appun di dunia ini tak terkecuali dari izin Nya dan seberapa besar kemauanmu.

Komentar

Postingan Populer