Semester akhir
Bismillah,
Yey!! Happy new year..
Gua bingung kenapa pada seneng sih taun baru? Apa coba yang membahagiakan di taun baru? Dari dulu gitu aja, orang berbondong-bondong keluar rumah cuma mau ngeliat keramaian dan mendengarkan kebisingan. Sampe dibela-belain macet dan nginep dijalan menghabiskan banyak uang. Padahal ya kaya hari-hari biasanya aja.
Oooh, tau aku kenapa mereka kegirangan sedangkan aku ga bisa merasakannya. Hufft, perkenalkan dulu saya mahasiswa tingkat akhir yang terhitung sampe hari ini smester 9. Nice bro!! Lanjutkan!! Wkwkwk. Gila~
Gua padahal udah ngajuin judul sejak smster 7 dan belum kelar sampe hari ni juga. MasyaAlloh (sok alaim), sungguh betapa bodohnya hamba ini dan malesnya ga ketulungan. Padahal ga kerja dan ga sibuk apapun, cuma organisasi. Itu pun udah demisioner dari awal smster 8. Damn! Masadepanmu kaya apa nak! Mau jadi apa kamu besok? Ga pingin punya happy family dan hidup kecukupan? Ya Alloh bila memang ini jalan terbaikku maka mantabkan lah hatiku dan jalanku, Allohumma shollia ala nabiyina wa rosulina Muhammad, Amiin.
Yah, siapa yang ga mau hidup tenang, mateng, dan mantab?! Semua orang pasti mau. Dan mereka akan mengambil itu dengan cara mereka sendiri. Dan apa yang disebut dengan hidup yang kecukupan itu ga semua orang sama, Itu relatif dan subjektif. Jangan kau anggap orang yang tinggal di rumah bambu dengan makan tiap hari nasi tahu tempe menderita dan bukan termasuk dari keluarga kecukupan dan bahagia. Begitu pula dengan si rumah mewah dan besar dengan mobil berjejer dan makanan yang melipah. Itu terserah kalian gimana mendeskripsikannya, menentangnya dan mengamininya. Itu hak kalian itu jalan kalian, tempuh lah dan jangan ragu. Asal pendapat itu asli dari diri kalian dan diserap dari ilmun yang kalian miliki. Itu akan menjadi alasan yang objektif walau bernilai subjektif. Wkwkwk #dipikirsambilnapas
Trus kaitannya apa sama taun baru brow!!?
Haha, begini bro. Lo punya sosmed kan? Instagram, twitter, Facebook, path, line, bbm, Whatsapp, dll~. Waktu smester tua gini pasti bakal banyak postingan perkembangan skripsi yang lagi temen-temen lo kerjain. Gimana progressnya, suka-dukanya, info-infonya, dll. Lo pasti merasakan huforia itu waktu kuliah di semster akhir. Nah gua udah liat tuh dari hampir semua temen gua. Dan yang paling nyakitin tu waktu temen lo yang ngajuin judul bareng tapi kelar duluan. Damn!! Dan yang paling dan pualing nyakitin lagi itu, temen deket lo ngajuin judul bareng, satu dosbing, satu angkatan, satu.., dan satu.., dan satu... Pokonya banyak kesamaannya. Tapi dia ninggalin lo tanpa kabar2 dan ga saling tolong. Padahal!! Emhhh.. Ah sudah lah! Daripada gua banting ni. Semoga kalian ga ngerasain apa yanga aku rasain. Mereka semua udah pada kelar taun lalu, dan itu juga target gua yang ternyata meleset. Jancuk!! Mana mereka posting2 lagi, makin sakit ati gua. Sakit atinya bukan ke mereka, tapi ke diri sendiri. Kenapa gua segoblok, tolol, bego, dan semales ini. Huaaaa!! Taun baru mereka pasti bahagia dan menyenangkan.
Huft, sebenernya apa sih tujuan hidup? Kuliah? Nikah? Punya anak?
Huaaa, otak ini rasanya mau meledak, hati ini rasanya pingin ditikam. Kenapa hidup begini amat yak. Engga!! Sori, bukan hidup ini, tapi kenapa gua gini amat yak?! Gua beneran gila kali yak? Stres? Sarap? Edian? Auk ah.. Hidup di dunia begini? Harus gini?. Dalam objek material penelitain skripsi gua, ada kuote baguz!
"Banyak orang bermasalah dan mengeluhkan masalah yang sama atau berbeda, tapi mengapa selalu dunia yang menjadi tumbal kesalahannya."
Dari kuote itu apa yang bisa kalian pahami?
Kalau aku, mungkin maksud dari kutipan itu orang selalu mengeluh akan masalah dalam kehidupan mereka. Mereka berbuat salah dan masalah. Tapi kenapa selalu dunia yang dirugikan? Padahal manusia lah yang membuat kesalahan tapi mengapa dunia yang selalu menanggung keburukannya juga? Atau maksud lain dari kutipan itu adalah manusia selalu berbuat salah dan pasti akan berujung pada masalah dalm kehiduoan mereka, tapi kenapa selalu dunia yang disalagakan? Dengan mengatakan "betapa buruknya dunia" atau "begi ya hidup di dunia?" Seolah-olah dunia lah yang bersalah. Padahl siapa yang berbuat salah siapa yang patut dan seharusnya disalahkan siapa? Hufft, pikiro dewe

Komentar
Posting Komentar