Coba direnungkan

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa, Dzat Yang Paling Berhak Untuk Di Sembah. Setiap kata, frasa, dan kalimat yang tertuah di sini, adalah sembahyangku, untuk mencapai dan mendapatkan rasa cinta dari-Mu. Ilmu-Mu Yang Begitu Luas dan Banyak, bahkan lautan pun habis kujadikan tinta, ber-treliun kali matahari terbit dan tenggelam silih berganti, tak ujung selesai tuk menulis bahkan mengetahui tentang satu titik misteri di dunia ini, walau secuil sayap lalat. Maha Suci Enggaku Tuhan-ku, Kekayaan Hanya Milik-Mu. Ilmu yang tak kunjung habis dari zaman ke zaman selalu mencari dan berinovasi. Dulu, para tetuaku hanya mendustakan akan kebenaran perginya Utusan-Mu dari kota M ke kota A, namun kini kami tau dengan kecepatan itu kami percaya dan dengan cara demikin kami pun yakin bahwa semua itu nyata adanya.

Tuhan, izinkan kami untuk mengupas ciptaan-Mu Yang Agung. Kupasan-kupasan ini bertajuk ilmu untuk mengagumi ciptaan-Mu hingga kami pun semakin dekat kepada-Mu, dan bertambahlah ilmu kami. Bantulah kami dalam hal ini, sesungguhnya tiada daya upaya kecuali atas seizin-Mu, dan ilmu ini adalah milik-Mu, Engkau Yang Maha Kaya Lagi Maha Pengasih-Penyayang.

Aku resah akan kebenaran diriku, tentang siapa aku, dan kenapa aku. Perpecahan terjadi di dalam kabinet hati yang selalu merusak kinerja departemen otak. Tidak kah kau merasa iba dan kasihan kepadaku? Aku sedang dilanda dilema.

Pikirku atau pikiranku? Entak siapapun salahsatu dari kalian yang bertanggung jawab atas semua ini? Waktuku terbuang, duduk terdiam, energiku terkuras, pemandangan pun jadi aneh dan tak sejuk tuk dinikmati.

Hati, hati-hati dengan yang satu ini, aku tak tau siapa dirimu? Siapa dibalikmu? Buka topengmu atau akan ku beri kau pelajaran. Teriakanku pun tak membuatmu geming. Teriakan yang mana? Di sini selalu sepi? Tak satu telingapun mendengar teriakanmu. Teriakanmu palsu, mulutmu tak bergeming, mana bisa telinga mendengar, dari mana asal suaranya.

Kami ada, kami bersuara. Dalam fisimu ku bersemayam, tak perlu telinga tuk mendengarku, tak perlu mata tuk melihatku, tak perlu jasad tuk rasakanku, hanya diam dan rasakan. Hanya aku yang bisa merasakan teriakanmu. Aku adalah kamu, kamupun demikian.

Komentar

Postingan Populer